Senin, 31 Oktober 2016

Waspada, Paparan Asap Rokok Dapat Memicu Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)


Menurut WHO pada tahun 2015, sedikitnya jumlah bayi baru lahir yang mengalami kematian sebanyak 45% dari jumlah kematian anak dibawah umur 5 tahun (Balita). Salah satu penyebab utama angka kematian bayi yang tinggi adalah masalah berat badan lahir dibawah 2500 gram (BBLR). Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan, prevalensi kejadian BBLR di Indonesia mencapai angka 10,2%.
Paparan asap rokok adalah keadaan seseorang terpapar langsung dengan asap rokok baik secara aktif maupun pasif. Seperti kita ketahui bersama bahwa asap rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan seseorang. Ibu hamil yang merokok baik aktif maupun pasif dapat mempengaruhi dan merusak perkembangan janin dalam rahim dan dampak yang paling sering terjadi ialah BBLR. Berat badan bayi yang dilahirkan dari ibu yang merokok baik secara aktif maupun pasif rata-rata lebih rendah 40 hingga 400 gram dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dari ibu yang tidak merokok baik secara aktif maupun pasif.
Paparan asap rokok pada ibu hamil akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin, sehingga akan berpengaruh pada berat plasenta. Kita tahu bahwa plasenta memegang peranan penting sebagat alat untuk menyalurkan bahan nutrisi dari ibu ke janin. Semakin sering terpapar asap rokok maka akan memberikan kontribusi pada efek akumulasi kandungan nikotin dalam darah, sehingga kelancaran transportasi nutrisi dan oksigen mengalami gangguan. Hal ini lah yang mempengaruhi berat plasenta ibu hamil. Hasil penelitian di RSUD Syekh Yusuf pada tahun 2012 menemukan berat plasenta yang kurang, lebih banyak terjadi pada responden yang terpapar asap rokok (97,8%) dibandingkan responden yang tidak terpapar asap rokok (22,2%). Salah satu faktor penyebab terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) ialah berat plasenta. Berat plasenta yang kurang, 43 kali lebih besar dapat menyebabkan BBLR.


Maka dari itu, ibu hamil sebaiknya dihindarkan dari paparan asap rokok untuk mencegah bayi mengalami BBLR.

0 komentar:

Posting Komentar