Salah satu
indikator praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sesuai dengan
ketetapan pusat promosi kesehatan ialah dengan pemberian ASI Eksklusif.
Sayangnya, dari hasil riset ditemukan bahwa pemberian ASI Eksklusif menempati
urutan dua terbawah dari 10 indikator PHBS. Hasil riset kesehatan dasar tahun
2013 memperlihatkan sebanyak 38% ibu memberikan ASI Eksklusif. Angka ini masih
tergolong kurang mengingat pentingnya pemberian ASI Eksklusif terhadap bayi
usia 0-6 bulan. Beberapa faktor yang menghambat praktik pemberian ASI Eksklusif
diantaranya :
1.
Produksi ASI yang kurang/tidak lancar
Salah satu alasan paling umum terhentinya pemberian ASI adalah produksi
ASI yang tidak lancar/berkurang. Banyak faktor yang dapat menyebabkan produksi
ASI tersebut kurang/tidak lancar. Beberapa diantaranya ialah menderita anemia, mengalami
penurunan badan yang drastis, stress, hanya menyusui pada satu payudara, dan
beberapa faktor lainnya. Beberapa tanda yang timbul seperti anak tidak puas
setelah menyusui, rewel, dan cepat berhenti menyusu dimaknai akibat kekurangan
ASI sehingga inilah yang menjadi alasan umum sebagian besar ibu untuk berhenti
memberikan ASI Eksklusif.
2.
Pemberian susu formula
Pemberian susu formula disinyalir sebagai faktor utama terhentinya
praktik pemberian ASI Eksklusif. Salah satu penyebab rendahnya angka pemberian
ASI Eksklusif akibat pemberian susu formula adalah susu formula dinilai mampu
mengdongkrak berat badan bayi secara signifikan serta mampu membuat anak
menjadi gemuk. Hal pertama yang harus kita luruskan adalah, bahwa gemuk
bukanlah indikator seseorang dikatakan sehat. Sebaliknya, kegemukan itu sendiri
merupakan sebuah masalah gizi yang sedang dialami oleh bangsa ini.
3.
Pengetahuan Orang tua tentang ASI
Hasil penelitian pada tahun 2011 menunjukkan bahwa 84.6% ibu tidak
mengetahui apa itu ASI Eksklusif. Ada 2 hal yang dapat saya simpulkan dari
hasil penelitian ini. Yang pertama, bagaimana mungkin seorang ibu akan
melakukan praktik Asi Eksklusif sedangkan sebagian besar ibu yang tahu saja
masih memilih susu formula. Yang kedua, tingginya ketidaktahuan ibu terhadap
ASI Eksklusif dapat menjadi cermin bahwa promosi kesehatan yang dilakukan oleh
pemerintah masih kurang.
4.
Pekerjaan
Terhambatnya praktik pemberian ASI Eksklusif juga dipengaruhi oleh
status pekerjaan ibu. Ibu yang bekerja cenderung tidak memberikan ASI Eksklusif
pada anaknya. Beberapa diantara mereka mengaku sulit jika harus bolak balik
untuk menyusui serta kendala apabila harus ditugaskan diluar kota. Hal ini
dapat dicegah dengan memeras ASI dan menaruhnya kedalam Freezer. ASI dapat
bertahan di dalam Freezer hingga berbulan-bulan. Sebagai saran untuk perusahaan
industry agar melonggarkan aturan terkait ibu menyusui.
5.
Mitos
Ada beberapa bahkan cukup
banyak mitos mengenai ASI dan menyusui. Namun beberapa diantaranya yang menarik
untuk dilihat seperti takut payudara akan kendur akibat menyusui. Faktanya,
payudara kendur disebabkan oleh penambahan usia dan kehamilan yang menyebabkan
pengurangan hormon. Banyak juga dari mereka yang beranggapan bahwa ASI pertama
harus dibuang dan tidak boleh diberikan pada bayi. Sementara ASI pertama
disebut juga sebagai kolostrum yang merupakan zat gizi terbaik bagi bayi.












