Vegetarian
merupakan sebutan untuk orang yang tidak makan daging termasuk unggas, makanan
laut, atau produk yang mengandung unsur makanan tersebut. Secara umum
vegetarian dikelompokkan menjadi lacto-ovo vegetarian, lacto vegetarian, dan
vegan. Vegan sendiri dapat diartikan sebagai penganut vegetarian garis keras
karena vegan adalah seorang vegetarian yang menghilangkan seluruh produk hewani
beserta hasil olahannya kedalam dietnya.
Gaya hidup vegetarian telah berkembang
pesat selama bertahun-tahun yang berawal dari suatu kebutuhan seseorang baik
karena alasan agama maupun alasan kesehatan. Vegetarian disinyalir dapat
menghindari penyakit degeneratif yang semakin meningkat di dunia maupun di
Indonesia. Alasan lain seseorang menjadi vegetarian adalah alasan kosmetika
yaitu untuk menjaga kehalusan kulit lebih bersih dan bersinar serta dapat
mengontrol berat badan. Jumlah vegetarian di Indonesia yang terdaftar pada Indonesia Vegetarian Society (IVS) saat berdiri pada
tahun 1998 sekitar 5.000 anggota dan meningkat menjadi 60.000 anggota pada
tahun 2007 serta diperkirakan mencapai angka 500.000 orang pada tahun 2010.
Berikut resiko yang kemungkinan timbul apabila seseorang melakukan diet vegan :
1.
Kekurangan
Beberapa Jenis Zat Gizi.
Bagi
Vegan yang sama sekali tidak mengkonsumsi produk olahan hewani seperti susu,
telur, dan sebagainya, sangat beresiko kehilangan beberapa jenis zat gizi
penting seperti protein, asam amino, asam lemak omega 3, omega 6, vitamin D,
vitamin B12, kalsium, seng, tembaga, dan besi. Zat gizi yang paling berisiko
tinggi mengalami defisiensi pada vegetarian akibat pola makan yang dianut dan
memiliki fungsi yang sangat esensial bagi tubuh dalam pembentukan hemoglobin
adalah protein. Selain itu, vitamin B12 yang hanya dikandung pada produk olahan
susu dan telur. Ini membuat seseorang yang diet vegan harus memakan makanan
hasil fortifikasi vitamin B12 untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya.
2.
Resiko Terkena Anemia
Kurangnya asupan protein
dapat menyebabkan transportasi zat besi terhambat yang mengakibatkan defisiensi
besi sehingga terjadi anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita usia
subur yang asupan proteinnya kurang memiliki peluang 2,25 kali untuk terkena
anemia bila dibandingkan wanita usia subur dengan asupan protein tinggi.
3.
Resiko Peningkatan
Trigliserida dan Kolesterol
-->
Ada beberapa penelitian
yang menemukan bahwa seorang yang diet vegan memiliki kecenderungan peningkatan
kadar kolesterol dan Trigliserida. Hasil penelitian di Bali yang dilakukan pada tahun 2008 terhadap
penganut Hindu Vegetarian menunjukkan, kadar kolesterol dan Trigliserida vegan
justru lebih tinggi dibandingkan dengan non vegan. Begitu juga penelitian yang
dilakukan pada lansia menunjukkan hal yang serupa. Seperti kita ketahui
bersama, bahwa peningkatan kadar trigliserida akan menambah resiko terkena
penyakit jantung.




0 komentar:
Posting Komentar