Selasa, 01 November 2016

Ini Dia 3 Resiko Diet Vegan


Vegetarian merupakan sebutan untuk orang yang tidak makan daging termasuk unggas, makanan laut, atau produk yang mengandung unsur makanan tersebut. Secara umum vegetarian dikelompokkan menjadi lacto-ovo vegetarian, lacto vegetarian, dan vegan. Vegan sendiri dapat diartikan sebagai penganut vegetarian garis keras karena vegan adalah seorang vegetarian yang menghilangkan seluruh produk hewani beserta hasil olahannya kedalam dietnya.
Gaya hidup vegetarian telah berkembang pesat selama bertahun-tahun yang berawal dari suatu kebutuhan seseorang baik karena alasan agama maupun alasan kesehatan. Vegetarian disinyalir dapat menghindari penyakit degeneratif yang semakin meningkat di dunia maupun di Indonesia. Alasan lain seseorang menjadi vegetarian adalah alasan kosmetika yaitu untuk menjaga kehalusan kulit lebih bersih dan bersinar serta dapat mengontrol berat badan. Jumlah vegetarian di Indonesia yang terdaftar pada Indonesia Vegetarian Society (IVS) saat berdiri pada tahun 1998 sekitar 5.000 anggota dan meningkat menjadi 60.000 anggota pada tahun 2007 serta diperkirakan mencapai angka 500.000 orang pada tahun 2010. Berikut resiko yang kemungkinan timbul apabila seseorang melakukan diet vegan :
1.     Kekurangan Beberapa Jenis Zat Gizi.
Bagi Vegan yang sama sekali tidak mengkonsumsi produk olahan hewani seperti susu, telur, dan sebagainya, sangat beresiko kehilangan beberapa jenis zat gizi penting seperti protein, asam amino, asam lemak omega 3, omega 6, vitamin D, vitamin B12, kalsium, seng, tembaga, dan besi. Zat gizi yang paling berisiko tinggi mengalami defisiensi pada vegetarian akibat pola makan yang dianut dan memiliki fungsi yang sangat esensial bagi tubuh dalam pembentukan hemoglobin adalah protein. Selain itu, vitamin B12 yang hanya dikandung pada produk olahan susu dan telur. Ini membuat seseorang yang diet vegan harus memakan makanan hasil fortifikasi vitamin B12 untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya.

2.     Resiko Terkena Anemia
Kurangnya asupan protein dapat menyebabkan transportasi zat besi terhambat yang mengakibatkan defisiensi besi sehingga terjadi anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita usia subur yang asupan proteinnya kurang memiliki peluang 2,25 kali untuk terkena anemia bila dibandingkan wanita usia subur dengan asupan protein tinggi.

3.     Resiko Peningkatan Trigliserida dan Kolesterol

-->
Ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa seorang yang diet vegan memiliki kecenderungan peningkatan kadar kolesterol dan Trigliserida. Hasil penelitian di Bali yang dilakukan pada tahun 2008 terhadap penganut Hindu Vegetarian menunjukkan, kadar kolesterol dan Trigliserida vegan justru lebih tinggi dibandingkan dengan non vegan. Begitu juga penelitian yang dilakukan pada lansia menunjukkan hal yang serupa. Seperti kita ketahui bersama, bahwa peningkatan kadar trigliserida akan menambah resiko terkena penyakit jantung.

0 komentar:

Posting Komentar