Rabu, 02 November 2016

Membedah 5 Faktor Penghambat Pemberian ASI Eksklusif


Salah satu indikator praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sesuai dengan ketetapan pusat promosi kesehatan ialah dengan pemberian ASI Eksklusif. Sayangnya, dari hasil riset ditemukan bahwa pemberian ASI Eksklusif menempati urutan dua terbawah dari 10 indikator PHBS. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 memperlihatkan sebanyak 38% ibu memberikan ASI Eksklusif. Angka ini masih tergolong kurang mengingat pentingnya pemberian ASI Eksklusif terhadap bayi usia 0-6 bulan. Beberapa faktor yang menghambat praktik pemberian ASI Eksklusif diantaranya :
1.     Produksi ASI yang kurang/tidak lancar
Salah satu alasan paling umum terhentinya pemberian ASI adalah produksi ASI yang tidak lancar/berkurang. Banyak faktor yang dapat menyebabkan produksi ASI tersebut kurang/tidak lancar. Beberapa diantaranya ialah menderita anemia, mengalami penurunan badan yang drastis, stress, hanya menyusui pada satu payudara, dan beberapa faktor lainnya. Beberapa tanda yang timbul seperti anak tidak puas setelah menyusui, rewel, dan cepat berhenti menyusu dimaknai akibat kekurangan ASI sehingga inilah yang menjadi alasan umum sebagian besar ibu untuk berhenti memberikan ASI Eksklusif.
2.     Pemberian susu formula
Pemberian susu formula disinyalir sebagai faktor utama terhentinya praktik pemberian ASI Eksklusif. Salah satu penyebab rendahnya angka pemberian ASI Eksklusif akibat pemberian susu formula adalah susu formula dinilai mampu mengdongkrak berat badan bayi secara signifikan serta mampu membuat anak menjadi gemuk. Hal pertama yang harus kita luruskan adalah, bahwa gemuk bukanlah indikator seseorang dikatakan sehat. Sebaliknya, kegemukan itu sendiri merupakan sebuah masalah gizi yang sedang dialami oleh bangsa ini.
3.     Pengetahuan Orang tua tentang ASI
Hasil penelitian pada tahun 2011 menunjukkan bahwa 84.6% ibu tidak mengetahui apa itu ASI Eksklusif. Ada 2 hal yang dapat saya simpulkan dari hasil penelitian ini. Yang pertama, bagaimana mungkin seorang ibu akan melakukan praktik Asi Eksklusif sedangkan sebagian besar ibu yang tahu saja masih memilih susu formula. Yang kedua, tingginya ketidaktahuan ibu terhadap ASI Eksklusif dapat menjadi cermin bahwa promosi kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah masih kurang.
4.     Pekerjaan
Terhambatnya praktik pemberian ASI Eksklusif juga dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu. Ibu yang bekerja cenderung tidak memberikan ASI Eksklusif pada anaknya. Beberapa diantara mereka mengaku sulit jika harus bolak balik untuk menyusui serta kendala apabila harus ditugaskan diluar kota. Hal ini dapat dicegah dengan memeras ASI dan menaruhnya kedalam Freezer. ASI dapat bertahan di dalam Freezer hingga berbulan-bulan. Sebagai saran untuk perusahaan industry agar melonggarkan aturan terkait ibu menyusui.
5.     Mitos
Ada beberapa bahkan cukup banyak mitos mengenai ASI dan menyusui. Namun beberapa diantaranya yang menarik untuk dilihat seperti takut payudara akan kendur akibat menyusui. Faktanya, payudara kendur disebabkan oleh penambahan usia dan kehamilan yang menyebabkan pengurangan hormon. Banyak juga dari mereka yang beranggapan bahwa ASI pertama harus dibuang dan tidak boleh diberikan pada bayi. Sementara ASI pertama disebut juga sebagai kolostrum yang merupakan zat gizi terbaik bagi bayi.

0 komentar:

Posting Komentar