Senin, 31 Oktober 2016

Tantangan Seorang Ahli Gizi


Dewasa ini, pengaturan pola konsumsi sangat dibutuhkan bagi setiap masyarakat. Khususnya yang menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, jantung dan sebagainya, sangat dianjurkan untuk mengatur pola makan sesuai dengan anjuran pedoman gizi seimbang. Bahkan, bagi penderita penyakit seperti diabetes, wajib hukumnya menjaga dan mengatur pola makanan agar penyakit tersebut tidak bertambah parah. Bukan hanya penderita, orang yang sehat pun disarankan menjaga pola makan agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya tersebut.
Salah satu yang menjadikan sulitnya untuk mengubah pola makan adalah faktor kebiasaan. Untuk merubah kebiasaan makan seseorang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh tekad yang kuat, konsistensi, bahkan pengorbanan untuk dapat merubah kebiasaan makan secara total. Lantas, jika kita misalnya menderita penyakit seperti diabetes, haruskah kita merubah kebiasaan makan kita? jika dikatakan bahwa kita harus menghindari makanan yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah saya sepakat. Namun, jika dikatakan harus merubah kebiasaan makan saya kurang setuju. Sebab, untuk menghindari peningkatan kadar glukosa darah tidak harus dengan mengganti kebiasaan makan. Sebagai contoh, orang yang memiliki kadar glukosa tinggi, memiliki kebiasaan minum teh setiap pagi. Jika ia ingin menurunkan kadar glukosa darahnya apakah harus dengan merubahnya kebiasaannya menjadi tidak minum teh setiap pagi? Ada alternatif lain seperti mengganti dengan teh tanpa gula atau dengan mengganti gula tersebut dengan gula rendah glukosa, sehingga orang ini tetap dapat minum teh setiap pagi tanpa harus khawatir kadar glukosa darahnya meningkat. Itulah menurut saya salah satu tantangan terbesar dari para ahli gizi, bagaimana mereka tidak menyarankan untuk merubah kebiasaan makan kepada penderita, tetapi memberikan solusi dimana penderita/pasien tetap dapat makan sesuai dengan apa yang mereka sukai tanpa harus khawatir dengan penyakitnya.

Untuk itu seorang ahli gizi dituntut untuk selalu terus berinovasi menemukan dan menciptakan terobosan-terobosan baru serta penelitian-penelitian yang berkualitas yang mampu membuat Indonesia keluar dari beban ganda masalah gizi yang sedang dialami saat ini. Cupcake dari tepung jagung terfermentasi serta brownies dari tepung biji kecipir merupakan sebagian kecil inovasi yang telah dilakukan oleh para ahli gizi.

0 komentar:

Posting Komentar