Kamis, 20 Oktober 2016

Selamat Tinggal Blackberry




Pernah menjadi produsen telepon seluler terbesar dunia tidak menjamin sebuah perusahaan akan bertahan selamanya. Siapa yang tidak kenal Blackberry, perusahaan yang pernah merajai pasar telepon genggam dunia ini akhirnya resmi mengundurkan diri dari persaingan. Blackberry melalui CEO-nya John Chen mengatakan bahwa perusahaan ini berencana untuk menghentikan semua produksi dan pengembangan perangkat keras mereka. Ia juga menyatakan bahwa perusahaan ini akan fokus pada pengembangan perangkat lunak saja. Siapa sangka, perusahaan yang pernah menjadi raja telepon seluler ini akhirnya mengangkat bendera putih. Di saat salah satu pesaingnya Apple resmi meluncurkan IPhone terbarunya, IPhone 7 dan 7 plusnya, BlackBerry justru menghentikan semua produksinya.

Pertama kali diperkenalkan tahun 1997, BlackBerry menghasilkan 8 juta pelanggan diseluruh dunia. Khusus di Indonesia, peningkatan pemakaian BlackBerry tergolong fantastis. Masuk di akhir tahun 2004 hingga awal tahun 2005, BlackBerry mengalami pertumbuhan 25%. 2 tahun setelahnya, pada kurun waktu 2007-2008, BlackBerry mengalami pertumbuhan sebanyak 250%. Sebuah peningkatan yang luar biasa. BlackBerry juga berhasil menciptakan BlackBerry messenger, sebuah media sosial yang hampir seluruh orang memakai aplikasi tersebut. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, adalah pengguna setia BlackBerry sebelum akhirnya menggantinya baru-baru ini dengan Samsung s4.


Kesalahan utama dari BlackBerry ialah, tidak mengantisipasi kemunculan Apple yang berkembang di pangsa pasar smartphone, sedangkan mereka hanya terus menjual produk-produk BlackBerry yang hanya berganti penampilan tanpa inovasi dan pengembangan OS. Setelah mengalami penurunan drastis dalam penjualan, BlackBerry kemudian berbenah dengan mencoba mengeluarkan BlackBerry 10, namun sayangnya hal tersebut sudah terlambat dan belum mampu menggeser Apple dan perusahaan smartphone murah lainnya di Asia.

Tepat satu tahun yang lalu, September 2015, BlackBerry akhirnya mengeluarkan ponsel yang menggunakan sistem operasi android. Namun sayangnya, hal ini tidak berarti apa-apa dan tidak mampu menyelamatkan BlackBerry dari kehancuran. Walau begitu, aplikasi buatan BlackBerry, BBM, sampai saat ini masih belum bisa ditinggalkan khususnya masyarakat Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar