Saya percaya jika ilmu pengetahuan itu akan terus dan terus mengalami perkembangan, sehingga teori-teori atau pengetahuan-pengetahuan yang ada saat ini, belum tentu dapat kita terapkan di masa depan.
Berbicara masalah gizi berarti berbicara mengenai makanan, dan pengetahuan paling umum masyarakat kita mengenai makanan yang baik dalam beberapa dekade terakhir bahkan hingga saat ini ialah slogan "4 sehat 5 sempurna". Pendidikan gizi dengan Slogan 4 sehat 5 sempurna muncul pada tahun 1952. Prinsip ini diperkenalkan oleh Prof. Poorwo Soedarmo yang pada saat itu berkiblat pada prinsip Basic four Amerika Serikat. Kemunculan slogan tersebut dianggap berhasil dalam menanamkan pentingnya gizi di masyarakat sekaligus merubah pola konsumsi masyarakat.
Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, prinsip 4 sehat 5 sempurna yang terdiri dari makanan pokok sumber karbohidrat, lauk pauk, sayuran, dan buah-buatan serta susu sebagai penyempurna, ini sudah tidak sesuai lagi serta dinilai tidak dapat mengatasi masalah-masalah gizi yang kita alami saat ini. Sehingga, pada tahun 1992, konferensi pangan sedunia di Roma menetapkan prinsip baru yang diyakini mampu mengatasi beban ganda masalah gizi (gizi berlebih dan gizi kurang) yang sedang kita alami ini. Prinsip baru tersebut dikenal dengan prinsip gizi seimbang.
Beberapa hal yang paling mendasar mengapa 4 sehat 5 sempurna sudah tidak sesuai lagi di antaranya, perkembangan ilmu gizi telah mencapai titik dimana kebutuhan gizi setiap orang itu berbeda-beda sedangkan prinsip 4 sehat 5 sempurna menyamaratakan kebutuhan setiap individu. Hal ini dilihat dari tidak adanya informasi yang jelas mengenai jumlah yang harus dikonsumsi setiap hari. Sebagai contoh prinsip 4 sehat 5 sempurna dalam satu kali makan, seorang yang gemuk makan banyak nasi bisa dikatakan sehat asalkan dibarengi dengan lauk pauk, sayuran, serta buah dan disempurnakan oleh susu. Sedangkan dalam perkembangan ilmu gizi, orang yang gemuk dianjurkan mengkonsumsi makanan yang rendah karbohidrat. Hal lainnya seperti perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan pentingnya air putih memiliki peran penting dalam menilai status gizi seseorang.
Saya pikir, masih banyak di antara kita yang masih menggunakan prinsip 4 sehat 5 sempurna dalam menentukan pola konsumsi makanan. Semoga dengan melihat artikel ini, anda segera merubah pola konsumsi sesuai pedoman gizi seimbang.




0 komentar:
Posting Komentar